Cahaya Selaras Insani

Cahaya Selaras Insani. Inspirasi - Harmoni - Solusi. Kami siap membantu pribadi-pribadi yang ingin berubah menjadi lebih baik dan bahagia, dalam format : Seminar, Pelatihan, Workshop/Lokakarya, sesi konsultasi/terapi.

Cahaya Selaras Insani

ads header
  • Wednesday, April 26, 2017

    Setiap Orang Sudah Memiliki Sumber Daya yang Dibutuhkan untuk Menyelesaikan Masalah

    Lanjutan tambahan “Lebih Mudah Memaafkannya bila Memahami Alasan dan Niat Baiknya”

    Setiap Orang Sudah Memiliki Sumber Daya yang Dibutuhkan untuk Menyelesaikan Masalah



    Ibu paruh baya itu datang lagi. Tapi kali ini dengan wajah tenang dan ceria.
    “Mas...maaf...saya datang lagi karena penasaran...Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan terkait pertemuan-pertemuan kita sebelumnya...”

    Saya tersenyum “Silakan Mbak...”

    “Mas...pada pertemuan terakhir, yang kedua, saya bisa berhasil tenang...bisa merelakan, ikhlas memaafkan...padahal butuh waktu kurang dari satu jam...Kenapa Mas gak melakukannya sekalian pada pertemuan pertama saja...???”

    Senyum saya semakin lebar “Saya senang sekali Mbak bertanya hal tersebut...Berarti Mbak benar-benar sudah tenang dan damai sehingga bisa memikirkan hal-hal yang bermanfaat dan _kepo_ selain sakit hati...”

    Dia nyengir lebar...

    “Sebelum saya menjawab pertanyaan Mbak...Saya beritahu sesuatu...Saya sebenarnya tidak terlalu tahu banyak tentang masalah Mbak waktu itu, karena saya tidak mau tahu. Saya tidak tahu jelas nama orang yang mengkhianati Mbak...Saya tidak tahu seberapa besar kerugian yang Mbak alami...dan sebagainya...Yang saya tahu adalah Mbak sakit hati karena dikhianati, dan itu sudah cukup bagi saya...Saya siap membantu Mbak untuk mencari dan menemukan solusi, dan saya tidak mau hanya jadi tempat curhatan Mbak...istilah kerennya saya tidak mau mengunduh masalah tapi siap mengunggah solusi...” Saya berhenti sejenak.

    Ibu itu mengernyitkan dahinya dengan tatapan bingung...”Maksudnya bagaimana Mas...?”

    “Coba ingat-ingat...Pernahkah saya bertanya hal-hal detil tentang masalah Mbak...? Pernahkah Mbak bercerita panjang lebar tentang masalah Mbak...?”

    Bola mata Ibu itu mengarah ke atas dan bergerak pelan ke kanan-kiri sambil mengangguk pelan juga, merenung “Iya sih...Kalau saya mau cerita panjang Mas selalu memotongnya...Tapi khan waktu saya ngomong sama kursi kosong itu saya mengeluarkan semua uneg-uneg saya...”

    Saya tersenyum “hehehe...Waktu itu Mbak ngomongnya sambil nangis, mana bisa saya mendengar jelas...Dan saya sengaja berusaha tidak mau mendengarnya dengan jelas,...Saya berusaha hanya memperhatikan pola dan struktur omongan Mbak, tanpa peduli kontennya...Saya tidak mau kepo...” saya membuat ekspresi wajah jenaka...

    Sekali lagi dia nyengir sambil mengangguk “Terus...kenapa Mas bisa membuat saya jadi tenang...Padahal Mas tidak tahu masalah saya dengan jelas...?”

    “Saya jawab pertanyaan Mbak yang pertama dulu ya...satu persatu...” Saya mengerling sambil senyum...”Kenapa saya tidak membantu Mbak sampai tuntas di pertemuan pertama...Karena waktu itu Mbak datang dengan fokus pada masalah...Pada pertemuan pertama saya meyakinkan Mbak untuk mau mengalihkan fokus pada solusi, bukan masalah...Dan solusinya adalah  m e m a a f k a n....Siapapun yang datang ke saya dengan masalah sakit hati karena dikhianati atau didzolimi maka tanggapan saya sama : meyakinkannya untuk memaafkan...” Saya berhenti sejenak memberinya waktu untuk berpikir-mencerna.

    Dia mengangguk-angguk.

    “Waktu itu saya minta Mbak pulang dulu untuk memikirkan solusi yang saya tawarkan, dan menyilakan Mbak datang lagi bila sudah bersedia memaafkan. Sebenarnya bila di rumah Mbak sudah bisa rela memaafkan, tidak perlu datang lagi menemui saya...Nah... pada kedatangan Mbak yang kedua...Mbak datang karena merasa kesulitan memaafkan...Berarti Mbak sudah fokus pada solusi, bukan lagi masalah...Maka saya mau menuntaskannya...”

    Dia mengangguk-angguk dan dari pandangan matanya sudah bisa memahami yang saya sampaikan...

    “Tentang pertanyaan Mbak berikutnya...Saya bisa membantu tanpa tahu apa masalah Mbak dengan jelas..., karena sebenarnya setiap orang sudah memiliki sumber daya untuk menyelesaikan masalahnya...sudah memiliki...Saya hanya mengarahkan saja agar Mbak bisa menggunakan sumber daya itu dengan baik...Ibarat mengendarai mobil Mbak yang jadi sopir, saya hanya mengarahkan bagaimana mengendarai mobil dengan benar...” Saya mengangkat jempol “Mbak adalah motivator terbaik bagi Mbak sendiri...” saya ganti mengacungkan telunjuk “Mbak adalah terapis terbaik bagi diri sendiri, karena yang paling tahu masalah yang dihadapi...”

    “Berarti untuk selanjutnya, kalau sakit hati lagi sama orang saya tinggal mengulang apa yang saya lakukan waktu itu...?”

    Saya mengangkat dua jempol tangan saya “ Tepat sekali...Tapi saya tetap siap membantu bila dibutuhkan...”

     “Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan” (QS 94:5-6)

    Setiap orang SUDAH memiliki SUMBER DAYA yang dibutuhkan untuk menyelesaikan MASALAHnya, tinggal alihkan fokus dari masalah ke solusi.


    Hidup efektif dan bahagia.

    No comments:

    Post a Comment

    Testimoni

    Seminar

    Workshop